Categories
Artikel

Generasi muda terancam kehilangan pekerjaan, bila tak mampu menyesuaikan diri.

Sejalan dengan laju perubahan dan modernisasi yang diiringi meningkatnya kemampuan dan kecanggihan teknologi informasi, kehidupan sosial kemasyarakatan mengalami perubahan, baik menyangkut kebutuhan material atau non material.

Tantangannya, peningkatan kemampuan dan kecanggihan teknologi ini, terutama terkait dengan perubahan kegiatan ekonomi (disruptive innovation) dinilai akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja di berbagai perusahaan. Perkiraannya, sekitar 5,1 juta orang di Indonesia akan kehilangan pekerjaan.

Meski begitu, seperti dikatakan Chatib Basri, Mantan Menteri Keuangan 2013-2014, bahwa disruptive innovation ini tak sepenuhnya menghilangkan pekerjaan. Perawat misalnya, akan tetap dibutuhkan asalkan memiliki kecakapan mengoperasikan mesin pengolah data pasien. Begitu juga dengan analis ataupun teller bank.

Artinya, ada jenis-jenis pekerjaan lama yang akan tetap relevan dengan keahlian baru yang bisa didapat melalui pendidikan vokasi ataupun pelatihan-pelatihan. Karena itu, yang akan hilang sebenarnya adalah mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri.

Penguatan Vokasi Industri

Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesungguhnya telah melakukan beberapa upaya dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di tengah perubahan besar dunia industri.

Inpres tersebut ditujukan kepada 12 Menteri Kabinet Kerja (termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Perindustrian), 34 Gubernur, dan Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BsnP). Dalam Inpres tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada para menteri, para gubernur, dan kepala BSNP agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan revitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas daya saing SDM Indonesia.

Untuk merealisasikan amanat Presiden tersebut, Kemendikbud segera mendorong program ‘Revitalisasi SMK’. Kunci utama dari revitaliasi SMK menurut Mendikbud Muhadjir Effendy adalah kesesuaian antara demand dengan supply atau link and match. Itu sebabnya berbagai standar pendidikan di SMK terus dibenahi, terutama kurikulum yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar dalam merespon derasnya persaingan.

Konkritnya, Revitalisasi SMK ini fokus untuk; membuat peta jalan SMK; menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match); meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; meningkatkan kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri; meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

Untuk tahun 2017 kemarin, seperti ditetapkan dalam Peta Jalan Pendidikan Vokasi 2017-2019, bahwa tahun 2017 merupakan tahun konsolidasi, maka apa yang dilakukan Tim Revitaliasi Direktorat Pengembangan SMK beserta sekolah-sekolah SMK sesungguhnya berusaha fokus pada pencapaian 3 aspek utama, yaitu: peningkatan akses layanan mutu, penyelarasan kurikulum (termasuk inovasi pembelajaran), dan inovasi kelembagaan.

Hasilnya, banyak SMK yang mulai berbenah, antara lain menyelaraskan kurikulumnya dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, meningkatkan kompetensi guru dengan berbagai pelatihan dan pemagangan di dunia industri/dunia usaha, meningkatkan mutu kelembagaan, meningkatkan kerjasama dengan kementrian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri.

Upaya lain yang ditempuh pemerintah adalah mendorong pendidikan vokasi industri. Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia sesuai kebutuhan dunia industri saat ini. Dengan SDM yang terampil, niscaya produktivitas industri dalam negeri akan meroket sekaligus memacu daya saing Nasional di kancah global.

Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wapres JK dengan didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Selain itu juga dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi serta pejabat di lingkungan Kemenperin dan pemerintah daerah.

Program penguatan vokasi industri di lingkup Kemenperin meliputi; pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, pelatihan industri berbasis kompetensi, pemagangan industri, dan sertifikasi kompetensi.  Melalui empat model pendidikan ini, diharapkan dapat muncul tenaga-tenaga kerja industri yang memiliki kompetensi mumpuni dan sesuai dengan yang dibutuhkan industri.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, melalui empat model pendidikan ini, diharapkan dapat muncul tenaga-tenaga kerja industri yang memiliki kompetensi mumpuni dan sesuai dengan yang dibutuhkan industri. Hingga saat ini, Kemenperin telah mengembangkan vokasi industri di 9 Politeknik, 9 SMK, dan 1 Akademi Komunitas yang semua sudah link and math dengan industri. Ke depan, semua lembaga ini akan diarahan menjadi dual system, seperti sudah diterapkan di Eropa, khususnya Jerman, Swiss dan lain sebagainya.

Sinergi Lintas Sektoral

Sinergi tentu saja menjadi paling utama. Karena upaya apa pun, bila dijalankan tanpa koordinasi dengan sektor lainnya hanya akan menghasilkan perubahan kecil saja. Padahal, untuk menghadapi perubahan besar (disruption) dibutuhkan usaha dan perubahan yang besar pula.

Dalam konteks inilah penting kiranya ada sinergi antara Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau pun pihak lainnya dalam mempersiapkan SDM yang handal dan berdaya saing.

Hal ini lantaran di luar aspek fisik, RPJMN 2015-2019 sesungguhnya telah menekankan upaya pendidikan kualitas manusia, yang lebih menekankan pada peningkatan penguasaan iptek untuk meningkatkan daya saing.

Bahkan menurut Bappenas, peningkatan kualitas manusia dan penguasaan iptek ini, sejalan dengan arah kerangka pengembangan wilayah secara nasional, untuk mendukung pengembangan klaster-klaster industri.

Jangan sampai kerangka pendidikan vokasi industri sebagaimana amanat Presiden menjadi dikapling sendiri-sendiri, sehingga melupakan kepentingan yang lebih besar. Akan sangat besar efeknya bila Kemenperin dan Kemendikbud bersinergi dalam program pendidikan vokasi industri ini.

Pasalnya perubahan sudah di depan mata, lengah sedikit saja, maka apa yang saat ini dikatakan bahwa SMK ataupun pendidikan vokasi lainnya penyumbang pengangguran terbesar adalah benar adanya.

Sumber: http://mondayreview.com/artikel/detail/3499/sinergi-pendidikan-vokasi-industri-di-tengah-disrupsi

Categories
Artikel Berita

Sekolah di UT School Yuk!

Image result for ut school

Pendidikan gratis plus uang saku? Lulus dan langsung bekerja di perusahaan multinasional? Siapa yang menolak.

Dan kesempatan itu datang sekarang. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM, United Tractors (UT) School membuka kesempatan lebar bagi Anda yang memiliki keinginan bekerja di industri alat berat untuk belajar di sana.
UT School merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah PT United Tractors Tbk. Lembaga ini mengkhususkan diri untuk mendidik siswanya di level SMK, D3, dan S1. Khusus D3 dan S1, mereka akan masuk dalam program heavy equipment technical management. UT School berdiri sejak 2008 silam.
Kenapa harus UT School?
UT School terbilang berbeda. UT School merupakan lembaga satu-satunya di Indonesia yang memberikan pendidikan alat berat secara gratis. Setelah lulus langsung bisa masuk ke perusahaan UT Group dan customer-nya. Customer UT tentu saja perusahaan-perusahaan multinasional. “Kami memberikan pendidikan intensif dan komprehensif,” tegas Djuni Utami, Pembantu Direktur Bidang Akademik UT School.
UT School membuka dua jenis pendidikan, yakni reguler dan non reguler. Level D3 dan S1 akan menjalani pendidikan reguler, yakni selama 1 tahun. Separuh waktu pendidikan akan dihabiskan di dalam kelas di Jakarta dan sisanya menjalani OJT di lapangan. OJT akan dilaksanakan di Kalimantan.
Layaknya siswa yang menempuh pendidikan, tiap semester akan ada evaluasi belajar. “Jika tidak layak maka akhir tahun pendidikan tidak akan diperpanjang,” terang Djuni Utami. Nah, setelah lulus, Anda akan ditempatkan di perusahaan UT Group atau perusahaan lainnya. Anda akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun sampai pada akhirnya Anda menjadi karyawan tetap.
Fasilitas apa yang akan Anda dapatkan?
Meskipun dalam kondisi sedang belajar, Anda akan mendapatkan uang saku. Selain itu Anda juga mendapatkan seragam secara gratis, meliputi safety shoes, helmet dan alat keamanan lainnya. Saat menempuh pendidikan di Jakarta, Anda memang diharuskan mengurus tempat tinggal sendiri. Namun ketika sudah saatnya OJT di Kalimantan, Anda akan mendapatkan fasilitas berupa tempat tinggal, makanan, bahkan sampai cuci baju. “Anda hanya harus belajar sebaik mungkin,” ujar Djuni Utami.
Karyawan yang diterima akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun untuk selanjutnya diangkat sebagai karyawan tetap. Di awal kerja, Anda akan dibekali lagi dengan kemampuan teknis tentang bisnis alat berat serta pengkondisian perilaku melalui outbound. Wah, akan ada banyak ilmu yang dapat Anda serap di sini.

Jam sekolah dimulai dari pukul 07.00 pagi sampai 05.00 sore. Di luar itu Anda bebas. Anda akan libur pada Sabtu dan Minggu.
Tahapan apa saja yang akan Anda lalui?
Terdapat 5 tahapan tes yang akan Anda lalui untuk lolos sebagai siswa UT School, yakni administrasi, psikotes, wawancara user, wawancara direksi, dan tes kesehatan. Lalu, apa yang harus Anda persiapkan?
“Tidak ada persiapan khusus,” tutur Djuni Utami. Anda hanya harus memantapkan motivasi Anda untuk menjalani setiap proses yang UT School berikan. Pastikan bahwa Anda memang siap bekerja di luar pulau Jawa.
Kandidat seperti apa yang UT School cari?
UT School mencari kandidat yang pola berpikirnya benar, memiliki motivasi kuat untuk belajar, dapat bekerja sama dalam tim, dan memang berminat bekerja dalam industri bisnis alat berat. Selain itu, self learning menjadi faktor yang sangat penting agar Anda lolos dalam proses seleksi ini. “Energik dan punya mimpi sendiri, kalau pasif pasti susah,” ulas Djuni Utami.
Seluruh karyawan yang lulus dari UT School akan ditempatkan di Kalimantan. Untuk itu, UT School mencari orang yang mau bekerja di sana. Tentu saja kemandirian perlu Anda persiapkan dari sekarang. “Punyalah mimpi dulu, karena mimpi dapat menggerakkan energi Anda,” pesan Djuni Utami.
Nah, tunggu apalagi?

 

Categories
Artikel

SMK Bisa Tanpa Narkoba

smk-anti-psikotropika

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, masa depan bangsa ada di pundak mereka Seperti yang Anda ketahui bahwa dewasa ini narkoba menjadi pusat perhatian yang harus dihindari, khususnya bagi generasi muda. Meskipun undang-undang tentang larangan untuk menyalagunakan narkoba telah ditetapkan, tetapi masih saja terjadi banyak kasus narkoba.

Nah, dari sinilah ada 7 bahaya penyalagunaan narkoba yang bisa mengancam para generasi muda. Sebagai generasi muda, Anda wajib mengetahuinya :

  1. Bahaya narkoba bagi kesehatan fisik

Panyalagunaan narkoba tentu memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Dan tentu saja ini bisa mengancam hidup bagi penggunanya tanpa disadari, berikut ada beberapa bahaya bagi kesehatan fisik :

  • Gangguan pada sistem syaraf, pengguna narkoba akan mengalami gangguan syaraf seperti kejang-kejang, berhalusinasi tinggi, hilangnya kesadaran, dan lain-lain.
  • Over dosis, pemakaian narkoba berlebihan akan mengakibatkan kematian sebab over dosis jika tidak segera ditangani.
  • AIDS, ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Biasanya pengguna narkoba menggunakan jarum suntik sencara bergantian, hal ini sangat rawan untuk tertular virus HIV.
  • Gangguan pada sistem reproduksi, pengunaan narkoba bisa menurunkan fungsi hormon reproduksi manusia.
  • Gangguan kulit, penggunaan narkoba dengan suntik akan menyebabkan berbagai macam gangguan kulit seperti infeksi kulit dan lainnya.
  • Badan kurus, penggunaan narkoba bisa menghilangkan nafsu makan, sehingga biasanya pengguna narkoba memiliki tubuh yang kering dan kurus dan beberapa gangguan fisik lainnya.
  1. Bahaya narkoba bagi kesehatan psikologi

Penyalagunaan narkoba pun bisa menyebabkan beberapa gangguan terhadap kesehatan pikiran dan akal, di antaranya adalah :

  • Bersikap lebih ceroboh dan sering gelisah.
  • Kurangnya percaya diri dan kurang bisa bergaul.
  • Perasaan seperti ditekan oleh sesuatu.
  1. Bahaya narkoba bagi kesehatan spiritual

Penyalahgunaan narkoba, baik pengguna atau pengedar, mereka berarti memutuskan hubungan vertikal secara perlahan. Artinya, mereka secara tidak sadar telah menjauh dari keyakinan agama dan tuhan.

  1. Bahaya narkoba dari sudut pandang lingkungan sosial

Pengguna narkoba jelas akan mendapatkan banyak celaan dari orang lain, bukan hanya celaan, tetapi juga diacuhkan dan dijauhi. Ini akan menyebabkan hubungan sosial menjadi semakin buruk.

  1. Bahaya narkoba dari sudut pandang hukum

Penyalagunaan narkoba akan mendapatkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di undang-undang. Ancaman ini bukan hanya bagi pengguna, tetapi bisa lebih berat bagi pengedar.

  1. Bahaya narkoba terhadap pendidikan

Narkoba tentu saja sangat membahayakan jika disalahgunakan oleh pelajar atau guru. Jika dalam selang proses belajar mengajar telah tercampuri dengan narkoba, tentu ini akan menjadi kacau. Tujuan untuk mencapai keberhasilan di bidang pendidikan pun akan hanyut begitu saja. Padahal salah satu upaya untuk memajukan bangsa adalah melalui pendidikan. Dari sinilah narkoba menjadi ancaman besar di bidang pendidikan.

  1. Bahaya narkoba terhadap masa depan

Perjalanan untuk menggapai kesuksesan di masa depan masih panjang, terutama bagi Anda yang masih remaja. Penyalagunaan narkoba tentu bisa menghalangi kesuksesan di masa depan. Penyalagunaan narkoba adalah hal buruk yang sia-sia dan bisa menghancurkan masa depan yang cerah.

 

Categories
Artikel

Apakah Seorang Muslim Diharuskan Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW?

Tentang shalawat kepada Nabi Muhammad saw, ada satu ayat yang cukup jelas disebutkan di dalam Al-Qur’an, yaitu pada surat al-Ahzab (33): 56,

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا [الأحزاب، 33: 56]

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Di dalam ayat tersebut tegas disebutkan bahwa Allah dan para malaikat pun bershawalat serta tegas pula diperintahkan bagi orang-orang yang beriman agar bershalawat untuk Nabi Muhammad saw. Jadi, membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw merupakan perintah langsung dari Allah Swt, sebagaimana Allah dan para malaikat pun bershalawat atasnya. Menurut beberapa ulama, shalawat yang berasal dari Allah bermakna rahmat, yang berasal dari malaikat bermakna permohonan ampun kepada Allah dan yang berasal dari manusia bermakna doa mohon limpahan rahmat dari Allah atas Nabi Muhammad saw.

Adapun redaksi atau lafal shalawat yang paling ringan lagi mudah adalah,
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (Allahumma shalli ‘ala Muhammad)
“Wahai Allah, limpahkan shalawat atas Nabi Muhammad saw.”

Sedangkan redaksi yang lebih panjang sebagaimana yang diriwayatkan beberapa ulama hadis, antara lain adalah al-Bukhari, sebagai berikut,

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَىَy آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَىَ آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللهم بَارِكْ عَىَم مُحَمَّدٍ ، وَعَىَآ آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَىَآ آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

(Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala aali Muhammad, kama shallaita ala aali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahuma barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala aali Muhammad, kama barakta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamidun majid.)

“Wahai Allah, limpahkan shalawat atas Nabi Muhammad saw, dan atas keluarga Nabi Muhammad saw, sebagaimana engkau limpahkan shalawat atas keluarga Nabi Ibrahim as., sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. Wahai Allah, limpahkanlah barakah atas Nabi Muhammad saw, dan atas keluarga Nabi Muhammad saw, sebagaimana engkau limpahkan barakah atas keluarga Nabi Ibrahim as., sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.

sumber: sangpencerah

Categories
Artikel

Cinta Presiden Soekarno terhadap Muhammadiyah

Bertempat kediaman HOS Tjokroaminoto di Surabaya, pertama kali Soekarno mendapat pencerahan tentang agama dari Sang Pencerah KH Ahmad Dahlan.

“Dalam suasana yang remang-remang itu datanglah Kiai Ahmad Dahlan di Surabaya dan memberi tabligh mengenai Islam. Bagi saya (pidato) itu berisi regeneration dan rejuvenation daripada Islam. Sebab, maklum, ibu meskipun beragama Islam (tapi) berasal dari agama lain, (beliau) orang Bali. Bapak meskipun agama Islam, beliau adalah beragama teosofi. Jadi (orangtua) tidak memberi pengajaran kepada saya tentang agama Islam.” Kata Soekarno di depan Muktamirin Muktamar Setengah Abad Muhammadiyah tahun 1962 di Jakarta.

Lebih lanjut Soekarno menyatakan, “Nah, suasana yang demikian itulah, saudara-saudara, meliputi jiwa saya tatkala saya buat pertama kali bertemu dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Datang Kiai Haji Ahmad Dahlan yang sebagai tadi saya katakan memberi pengertian yang lain tentang agama Islam.”

Soekarno mengatakan, mengutip perkataan KH Ahmad Dahlan ”Benar, umat Islam di Indonesia tertutup sama sekali oleh jumud, tertutup sama sekali oleh khurafat, tertutup sekali oleh bid’ah, tertutup sekali oleh takhayul-takhayul. Dikatakan oleh Kiai Dahlan, sebagai tadi dikatakan pula, padahal agama Islam itu agama yang sederhana, yang gampang, yang bersih, yang dapat dilakukan oleh semua manusia, agama yang tidak pentalitan, tanpa pentalit-pentalit, satu agama yang mudah sama sekali.”

Karena ketertarikannya dengan ajaran KHA Dahlan, tidak dilewatkannya kesempatan untuk mendengarkan tabligh dari Sang Pencerah. “Nah, dengan demikianlah makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungannya erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu, saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada Kiyai Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya.”

Namun ia menjadi anggota dan sekaligus pengurus Muhammadiyah baru 22 tahun kemudian setelah pertemuannya pertama dengan KHA Dahlan. Saat itu, ia sedang dibuang oleh Belanda ke Bengkulu. Soekarno resmi masuk menjadi anggota Muhammadiyah pada tahun 1938. Bersama Hasan Din, di Bengkulen Soekarno berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah. Yang kemudian menjadi mertua beliau karena ayah dari Fatmawati, seorang perempuan yang dinikahi Soekarno.

Tahun 1946 meminta jangan dipecat dari Muhammadiyah. Ini karena perbedaan paham politik, orang Muhammadiyah umumnya berafiliasi kepada Masyumi sedangkan Soekarno adalah pendiri PNI (Partai Nasional Indonesia). Baginya sekali Muhammadiyah (dalam paham agama), tetap Muhammadiyah.

Kata-katanya mengenai kecintaannya pada Muhammadiyah patut kita simak

“Nah, dengan demikianlah makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungannya erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara dan masyarakat. Maka oleh karena itu, saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada Kiai Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya, tahun ’38 saya resmi menjadi anggota Muhammadiyah, tahun ’46 saya minta jangan dicoret nama saya dari Muhammadiyah: tahun ’62 ini saya berkata, ”moga-moga saya diberi umur panjang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan jikalau saya meninggal, supaya saya dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan saja.”•

Ini menjadi bukti gambaran sejak dulu gerakan pemurnian islam sudah ada bahkan Presiden Soekarno pun sepakat dengan ide pemurnian islam ( purifikasi ) sekaligus modernisasi Islam yang diusung oleh Muhammadiyah , menentang segala praktek tahayul, bid,ah dan khurafat yang bisa menjerumuskan ummat islam dalam kejumudan.

Jadi apabila hari ini terdapat dakwah sesorang atau ormas islam tertentu yang bicara tentang bid’ah, takhayul dan khurafat berdasarkan ilmu yang dipertangungjawabkan janganlah buru – buru mencap atau “judge” bahwa itu gerakan asing, tidak nasionalis dan sebagainya karena justru hal ini juga pernah dilakukan Founding Father kita Presiden Soekarno.

sumber: sangpencerah

Categories
Artikel

Microsoft Office Compatibilty Pack

Pernah membuka file hasil olahan Ms. Office Word 2010 menggunakan Office 2007? apa yang terjadi?

Teks gandengan, layout tidak tertata rapi?

Download dan install Microsoft Office Compatibility Pack solusinya

Categories
Artikel

Etika Berdzikir dan Berdo’a

Pengantar

Terdapat pertanyaan yang sederhana, tetapi penting diketahui oleh setiap muslim, serta perlu perenungan yang ekstra. Pertanyaan itu adalah: Mengapa kita harus berdo’a?

Aliran Islam Liberal Menjawab

  1. Seseorang berdo’a sebab tidak berdaya menghadapi pertarungan dalam kehidupan.
  2. Seseorang berdo’a sebab do’a sebagai wujud melarikan diri dari usaha yang gagal.
  3. Berdo’a adalah usaha menghibur diri dari kekalahan

Orang Beriman Menjawab

  1. Seseorang berdo’a, karena do’a memang kewajiban yang disyariatkan.
  2. Orang beriman yakin, bahwa hakikatnya manusia tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali atas pertolongan Allah Swt. Oleh karenanya, ia berdo’a.
  3. Seseorang berdo’a, untuk menumbuhkan keimanan dan kekuatan serta semangat baru

Etika Berdzikir dan Berdo’a

Apabila seseorang akan berdo’a, memohon sesuatu kepada Allah swt, maka hendaklah ia melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Berdo’a hanya kepada Allah swt:

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, Maka Sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. (Q.S. Yunus:106)

2. Memanjatkan doa dalam keadaan bersuci, karena lebih afdhal. Rasulullah saw bersabda. Dari Al Muhajir bin Qunfudz bahwasannya Nabi saw bersabda:

Sunan Abu Daud 16: “Sesungguhnya aku tidak suka menyebut Nama Allah Ta’ala kecuali dalam kedaan suci”

3. Berdo’a sambil mengangkat tangan

Abu Daud 1271 (Hadits Hasan Shahih): Apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah dengan menengadahkan telapak tangan dan jangan meminta dengan belakangnya.

4. Do’a diucapkan pada waktu yang baik, seperti:

a.Sepertiga malam terakhir, merujuk hadits:

Shahih Bukhari 1077: Rabb Tabaaraka wa Ta’ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: “Siapa yang berdo’a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni”

Sunan Tirmidzi 3422: Dari Abu Hurairah bahwa seseorang berkata: wahai Rasulullah, saya mendengar doa Rasul pada malam hari, dan yang sampai kepadaku dari doa tersebut bahwa Rasul mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah dosaku, dan luaskanlah tempat tinggalku, berkahilah aku pada rizki yang engkau berikan”. Beliau bersabda: “Apakah engkau melihat kalimat-kalimat tersebut meninggalkan sesuatu?”

b. Hari Jum’at, merujuk hadits:

Shahih Bukhari 883: “Pada hari Jum’at itu ada satu saat, tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan shalat lalu dia berdo’a tepat pada saat tersebut melainkan Allah mengabulkan do’anya tersebut”. Kemudian beliau member isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya saat tersebut. Muslim menambahkan :

Muslim 1409: Waktnya ialah antara imam duduk (di mimbar) hingga selesai shalat Jum’at.

7. Dalam keadaan mulia, seperti:

a. Saat sujud dalam shalat, merujuk hadits:

Shahih Muslim 744: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa” (Juga Ahmad 1801)

b.Ketika Puasa, merujuk hadits:

Sunan Ibnu Majah 1742: “Ada tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya; imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka dan do’a orang yang teraniaya”

c. Antara adzan dan iqamah, merujuk hadits:

Tirmidzi 196: Rasul bersabda: “Do’a antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak”

6. Dengan menghadap kea rah Qiblat

Bukhari 1634: Dari Salim bin ‘Abdullah bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar ra melempar Al Jumrah Ad Dunya (Al Ulaa, awal) dengan tujuk kerikil kemudian bertakbir pada setiap kali lemparannya kemudian dia maju hingga sampai pada permukaan yang datar dia berdiri menghadap qiblat dengan agak lama, lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya.

7. Memuji Allah swt dipermulaan do’anya, merujuk hadits:

Katakanlah: “Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)(QS. Al-Isra’:110)

8. Merendahkan suara

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas(QS. Al-A`raf:55)

 

 disampaikan di Pengajian Rutin Bapak Ibu Guru SMK Muhammadiyah 5 Babat

Categories
Artikel

Kenapa Kaum Muslim Sujud kepada Ka’bah? Sedangkan Islam Larang Menyembah Patung?

Mengagungkan berhala atau memuja-muja patung jelas terlarang di dalam Islam. Ia termasuk bagian dari perbuatan syirik yang dapat menghapus seluruh amal kebaikan. kejelasan hukum tersebut telah ditegaskan dalam banyak nash, baik dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW.

Namun, larangan ini seolah-olah sulit diterima oleh logika sebagian orang kafir. Pasalnya, pada satu sisi Islam menentang keras pemulian dan pengagungan terhadap benda mati atau patung. Akan tetapi di sisi yang lain, mereka mempertanyakan status umat Islam sendiri yang memuja-muja Ka’bah. Jika memang Islam menentang penyembahan terhadap patung atau berhala, mengapa kaum Muslimin sujud kepada Ka’bah?

Menjawab kebingungan logika tersebut, Dr. Zakir Abdul Karim Naik menjelaskan Ka’bah adalah kiblat, yaitu arah kaum Muslimin menghadap dalam shalat mereka. Perlu dicatat bahwa, walaupun kaum Muslimin menghadap Ka’bah dalam shalat, mereka tidak menyembah Ka’bah. Kaum Muslimin hanya menyembah dan bersujud kepada Allah. Disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 144:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ

“Sungguh, Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya….”

Dalam hal ini, ada beberapa alasan kenapa kaum Muslimin bersujud menghadap ke arah Ka’bah berada, yaitu:

Pertama: Islam menghendaki persatuan

Ketika kaum Muslimin hendak menunaikan shalat, bisa jadi ada sebagian orang yang ingin menghadap ke utara, sedangkan yang lainnya ingin menghadap ke selatan. Untuk menyatukan kaum Muslimin dalam beribadah kepada Allah, maka kaum Muslimin di mana pun berada diperintahkan hanya menghadap ke satu arah, yaitu Ka’bah. Kaum Muslimin yang tinggal di sebelah barat Ka’bah, mereka salat menghadap timur. Begitu pula yang tinggal di sebelah timur Ka’bah, mereka menghadap barat.

Kedua: Ka’bah adalah pusat peta dunia

Kaum Muslimin adalah umat pertama yang menggambar peta dunia. Mereka menggambar peta dengan selatan menunjuk ke atas dan utara ke bawah. Ka’bah berada di pusatnya. Kemudian, para kartografer (ahli membuat peta) Barat membuat peta terbalik dengan utara menghadap ke atas dan selatan ke bawah. Meski begitu, Alhamdulillah, Ka’bah terletak di tengah-tengah peta.

Ketiga: Tawaf keliling Ka’bah untuk menunjukkan keesaan Allah
Ketika kaum muslimin pergi ke Masjidil Haram di Mekah, mereka melakukan tawaf atau berkeliling Ka’bah. Perbuatan ini melambangkan keimanan dan peribadahan kepada satu Tuhan. Sama persis dengan lingkaran yang hanya punya satu pusat, maka hanya Allah saja yang berhak disembah.

Keempat: Hadits Umar bin Khathab
Mengenai batu hitam, Hajar Aswad, Umar bin Khathab berkata, “Aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu yang tidak dapat mendatangkan mudarat maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.”

Kelima: Orang berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan azan
Pada zaman Nabi, orang bahkan berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan azan. Bisa ditanyakan kepada mereka yang menuduh kaum Muslimin menyembah Ka’bah; penyembah berhala mana yang berdiri di atas berhala sesembahannya?

Disadur dari buku “Mereka Bertanya, Islam Menjawab” Penulis: Dr. Zakir Abdul Karim Naik, penerbit Aqwam(kiblat/sp)
sumber: http://www.sangpencerah.com/2015/12/islam-larang-menyembah-patung-kenapa-kaum-muslim-sujud-kabah.html
Categories
Artikel

Kepribadian Seorang Muslim Sejati

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang karakter serta kepribadian orang muslim sejati yang harus kita teladani dan kita terapkan di kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an dan Hadits adalah dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang sangat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim.

Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari ALLAH SWT.

Persepsi atau gambaran masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah-nya saja.
Padahal, itu hanyalah salah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)

Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada ALLAH SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuanNya.
Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada ALLAH.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi ALLAH tuhan semesta alam” (QS. Al-An’aam [6]:162).
Karena aqidah yang bersih merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada masa awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.

2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)

Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda:
“Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”.
Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)

Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada ALLAH SWT maupun dengan makhluk-makhlukNya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.
Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh ALLAH SWT di dalam Al Qur’an. ALLAH berfirman yang artinya:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. Al-Qalam [68]:4).

4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)

Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan ALLAH dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah. (HR. Muslim)

5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)

Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqarah [2]: 219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
ALLAH SWT berfirman yang artinya:
Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar [39]: 9)

6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.
Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)

Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari ALLAH dan Rasul-Nya. ALLAH SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
ALLAH SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit,muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)

Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga ALLAH menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat, berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.

9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)

Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi.
Karena, pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari ALLAH SWT. Rezeki yang telah ALLAH sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau keterampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir)
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Wallahu’alam